Gupita Dhyaningsari
Senin, 07 Mei 2012
Kamis, 15 September 2011
TUGAS DISKUSI KELOMPOK (KEPRIBADIAN)
1. Lima karakter positif yang sama-sama dimiliki setiap anggota kelompok:
· Baik
· Ramah
· Suka menolong
· Easy going
· Jujur
· Sopan
· Taat beribadah
· Pekerja keras
2. Lima karakter negatif yang sama-sama dimiliki setiap anggota kelompok:
· Sensitif
· Egois
· Malas
· Manja
· Ribet
· Bawel
· Ceroboh
· Menunda pekerjaan
· Plin-plan
· Boros
3. Deskripsi gaya hidup yang dimiliki dan tren masa kini:
· Glamour
· Boros
· Ala kebarat-baratan (luar negeri)
· Followers
· Tidak punya pendirian
· Pekerja keras
· Memiliki kemampuan bersosialisasi yang luas
Minggu, 28 Agustus 2011
Consumer Learning
Consumer Behavior class Tuesday afternoon
Department of Family an Consumer Sciencer-College of Human Ecology-Bogor Agricultural University
Lecturer: Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc.
Session 1 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Konsep pembelajaran dibutuhkan memahami kebiasaan, pembelajaran dapat didefinisikan sebagai perubahan perilaku yang berasal dari hasil pengalaman masa lalu. Dalam kelompok perilaku dikembangkan dua teori pembelajaran, perbedaan terjadi pada "classical conditioning" dan "instrumental conditioning". Pada classical conditioning menerangkan perilaku berdasar pada pendirian hubungan tertutup antara dorongan primer dan dorongan sekunder sedangkan instrumental conditioning memandang perilaku sebagai fungsi dari tindakan kosumen. Kepuasan mengarahkan pada kemungkinan melakukan pembelian. Pembelajaran mengarahkan kepada pembelian yang berulang dan kebiasaan. Dalam model yang menggambarkan perilaku kebiasaan pembelian, pengarahan kebutuhan mengarah langsung pada perhatian membeli, pembelian selanjutnya, dan evaluasi setelah pembelian. Proses pencarian informasi dan evaluasi merek sangat sedikit atau minimal.
Kebiasaan menggambarkan dua fungsi penting, yaitun penurunan resiko untuk pembelian dengan tingkat keterlibatan yang tinggi dan penghematan waktu serta energi untuk produk dengan tingkat keterlibatan yang rendah. Kebiasaan seringnya mengarahkan kepada kesetiaan merek yaitu pada pembelian yang berulang berdasarkan pada kesesuaian merek. Teori pembelajaran yang berbeda menjabarkan dua pandangan yang berbeda terhadap kesetiaan merek. Pendekatan instrmental conditioning menunjukkan bahwa pembelian yang konsisten terhadap suatu merek mencerminkan komitmen terhadap suatu merek. Tetapi sebagian loyalitas mencerminkan pembelian yang berulang adalah bukan karena komitmen dengan merek tetapi merupakan proses inertia. Kelompok kognitif percaya bahwa perilaku saja tidak cukup sebagai ukuran loyalitas, diperlukan komitmen sikap terhadap suatu merek.
Langganan:
Postingan (Atom)